Aircooled Castle, European Car Maker, GettinLOW's Album, Old But Gold, Segment Classic Retro, Show-Case, Stance Addicts, Volkswagen

Si Kodok Built-up 1963-nya Om Didiet

1963 VOLKSWAGEN BEETLE

Dikenal dengan kepiawaiannya menggarap mobil-mobil lawas buatan Amerika dan belakangan juga sibuk menggarap beberapa mobil retro Eropa seperti Mercedes-Benz dan BMW di bengkel modifikasinya Bandietoz Garage, Om Didietozbandietoz yang memilik nama lahir Widitya Prayudi dan akrab disapa Didiet ini rupanya sedang “keedanan” dengan mainan barunya VW Type 1 atau VW Beetle tahun 1963 klasik miliknya yang baru setahun lalu dipinang dari pemilik lamanya. VW Beetle lawas yang di Indonesia biasa dipanggil dengan sebutan VW Kodok memang cukup dikenal luas oleh hampir penduduknya selain mobil ini terbilang cukup banyak populasinya di Indonesia juga cukup ikonik karena dengan VW kodok inilah terbentuk club mobil pertama di Indonesia yaitu Club Volkswagen Indonesia.

foto mobil ketika di Jerman dengan pemilik lamanya. (dok. Didietozbandietoz)
foto mobil ketika di Jerman dengan pemilik lamanya. (dok. Didietozbandietoz)

Beberapa ribu VW sejenis bahkan pernah didatangkan langsung dari Jerman dan Brazil termasuk beberapa mobil langka yang pernah dibawa sendiri oleh pemiliknya ke Indonesia melalui jalur pertukaran pelajar di masa era Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto.

foto mobil ketika di Jerman dengan pemilik lamanya. (dok. Didietozbandietoz)
foto mobil ketika di Jerman dengan pemilik lamanya. (dok. Didietozbandietoz)

Beruntung Om Didiet pun mendapatkan kesempatan memiliki sebuah sedan VW klasik ini yang diproduksi tahun 1963 di negeri Jerman dan memang didatangkan langsung dari Jerman oleh pemilik lamanya dengan kondisi prima dan masih stir kiri. Yang lebih mantap lagi mobil ini didapat dari tangan pertamanya lho yang dahulu membawa mobil ini setelah mengenyam kuliah di Berlin Jerman. Walau sempat mengalami restorasi 10 tahun lalu oleh pemilik lamanya, namun citarasa orisinalitasnya tetap terjaga utuh sesuai kondisi aslinya dari Jerman bahkan hingga Catnya pun masih orisinal. Ketika kami tanya maharnya pun, Om Didiet cuma berujar, “adalah pokoknya, hanya kepuasan batin bisa memiliki mobil legendaris ini langsung dari pemilik pertamanya”.

Konversi Mesin 1200cc menjadi 1500cc

Ketika tiba ditangan om Didiet, beberapa ubahan dilakukan sehingga menyesuaikan dengan taste dan gaya Om Didiet yang terbilang Nyentrik hehehe. Om Gaul yang hobi bercandaan ini melakukan upgrading pada mesin standarnya yang masih 1200cc menjadi 1500cc dan beberapa perapihan pada area mesin termasuk meningkatkan performa dan sistim pasokan kelistrikkan.

Rombakan Kaki-kaki

Mengingat om satu ini hobi mobil ceper, maka sudah pasti VW kodoknya ini gak akan lewat dari sentuhan lowering kit, dan kali ini memang agak sedikit sulit karena aspek kustomisasi wajib dilakukan pada bagian kaki-kaki depan VW lawas yang sedikit unik. pemotongan breh depan dilakukan untuk memudahkan modifikasi pemasangan Adjuster Torsi-nya. Kerjaan tadi baru sebagian dari urusan kaki-kaki bagian depan dan bagian belakang jauh lebih rumit lagi dengan keakhirannya bisa mendapatkan camber -8 di bagian belakang. Hal ini rupanya tidak dilakukan sembarangan, kecermatan dan tingkat presisi harus dilakukan untuk menghasilkan tingkat kerendahan yang pas dan tetap nyaman dikendarai. Berkaitan dengan velg-nya, Om Didiet setelah melakukan ubahan pada kaki-kaki kemudian menyematkan velg EMPI Rocket Spoke5 berdiameter 15 inch dengan offset 25 dan lebar velg 5,5 inch, dengan balutan ban Achilles ukuran 165/55/15 pada bagian depan dan 195/60/15 di bagian belakang.

Aksesoris Lokal

Kebiasaan mas Didiet memodifikasi mobil semenjak muda membuat beliau cukup dikenal luas di banyak produsen-produsen aksesoris lokal termasuk ketika hendak melakukan dress-up di sisi luar VW Kodoknya ini. Aksesoris yang unik dan mendukung tampilan mobil klasiknya ini secara keseluruhan diproduksi di Indonesia dan murni dikerjakan tangan-tangan terampil Indonesia walau beberapa tetap harus mengadopsi sedikit desain luar namun dibuat dengan kepiawaian dan jiwa seni tinggi orang Indonesia.

Photo & Article by: Mommy D Lesmana

didiet-vwtype1_04

didiet-vwtype1_01

didiet-vwtype1_03

didiet-vwtype1_13

didiet-vwtype1_02

didiet-vwtype1_05

didiet-vwtype1_10

didiet-vwtype1_11

didiet-vwtype1_09

didiet-vwtype1_06

didiet-vwtype1_16

didiet-vwtype1_12

didiet-vwtype1_07

didiet-vwtype1_18

didiet-vwtype1_08

didiet-vwtype1_17

didiet-vwtype1_14

didiet-vwtype1_19




didiet-vwtype1_20

didiet-vwtype1_15

didiet-vwtype1_28

didiet-vwtype1_27

didiet-vwtype1_26

didiet-vwtype1_21

didiet-vwtype1_23

didiet-vwtype1_24

didiet-vwtype1_22

didiet-vwtype1_25

Previous ArticleNext Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Send this to a friend